APBI Minta Aparat Tindak Pendemo Bongkar Muat Batu Bara

Sekelompok nelayan yang menyebut diri “Rukun Nelayan Muara Badak” melakukan aksi unjuk raya di Pelabuhan Muara Berau, Kutai Kertanegara. Aksi yang dilakukan sejak Senin, 13 Mei  telah mengakibatkan aktivitas Ship to Ship (STS) transfer di pelabuhan tersebut terhenti.

Asosiasi Pengusaha Batubara Indonesia (APBI) pun meminta agar para pendemo segera ditindak oleh aparat. “Perusahaan anggota APBI yang menggunakan STS Muara Berau telah melakukan aktivitasnya sesuai ketentuan yang berlaku,” tulis Direktur Eksekutif APBI Hendra Sinadia dalam siaran pers yang diterima Majalah TAMBANG.

Konon kelompok pendemo menuntut adanya kompensasi dari perusahaan soal dampak aktivitas perkapalan di sekitar muara. APBI menyayangkan aksi yang telah berjalan kurang lebih selama 3 hari itu, belum terlihat ada tindakan dari aparat penegak hukum.

Saat dikonfirmasi, Direktur APBI, Hendra Sinadia mengatakan, belum menghitung total kerugian akibat aksi boikot tersebut. “Saya belum dapat data mengenai estimasi kerugian, tapi rata-rata loading di sana itu 2 juta ton per minggu,” ujarnya kepada tambang.co.id, Rabu (16/5).

Soal tuntutan demonstran, Hendra bilang tak akan ada kompensasi yang diberikan oleh perusahaannya. Sebab tidak ada aturan yang dilanggar dalam melakukan aktivitas bongkar muat itu.

Untuk mengurangi kerugian, APBI telah mengajukan izin kepada Dirjen Perhubungan Laut untuk memberi izin pemindahan lokasi loading, dari Muara Berau ke Muara Jawa.

 

Penulis : Egenius Soda ([email protected])
Sumber Berita & Foto : www.tambang.co.id (17 Mei 2018)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *